Keep Your Coins, I Want Change !
By chimodNemu gambar itu di glitter-graphics, jadi inget sama salah satu dari beberapa kejadian yang seringkali dialami kalau mau ataupun habis bepergian.
Salah satu kejadiannya itu begini…
Ato mungkin saya singkat aja ya.
Pulang dari Kota Bandung menuju our-home-sweet-home di Baleendah, chimod dan mama ketemu sama tukang ngamen. Biasalah, orang itu ngamennya di angkot dan kebetulan angkotnya itu adalah angkot yang chimod dan mama tumpangi.
Tidak lama setelah nyanyi-nyanyi ga jelas dan beberapa kalimat persuasi (agar orang-orang menyumbang) sebagai penutupnya, tukang ngamen itupun langsung mengasongkan topinya secara terbalik kepada para penumpang, termasuk chimod dan mama. Mungkin karena udara panas dan lampu merah tak kunjung berubah warnanya, tidak ada satupun penumpang yang menanggapi.
Si pengamen yang dari tadi kelihatan sudah rada capek langsung mengambil kembali topi yang diasongkannya dengan kasar. Lalu ia pun berkata, “Terima Kasih Sodara Sekalian, semoga Tuhan membalas semua perlakuan saudara sekalian. Dan Semoga Saudara Sekalian cepat mati.”
![]()
Pemuda berbadan tegap, tidak kekurangan satu apapun, suara masi lantang, mata sehat, tidak rabun dan baik-baik saja. Otot-otot kaki dan tangan pun keliatan kekar. Kelihatannya dipaksa lari marathon 8 km juga masi kuat. Tetapi kenapa mesti meminta-minta. Masih mending kalau lagunya enak dan suara nya bagus serta tidak pakai memaksa. Ini mah, sudah meminta, secara paksa pula, giliran ga dikasih, jadi mengutuk…. ![]()
Alasan mereka tidak jauh dari tidak adanya lapangan pekerjaan. Memang sih, cari kerja zaman sekarang ini sulit. Apalagi kalau tidak ada ijazah. Tetapi bukankah masih banyak sekali hal yang lebih berguna bisa dilakukan selain meminta ataupun mengamen. Misalnya jadi buruh sapu-sapu, buruh tani, buruh bangunan, buruh pasar, buruh cuci baju, buruh cuci piring, buruh pembantu, buruh jahit, buruh motongin kacang, kupasin bawang, kupasin kentang…. wah, pekerjaan itu sebenarnya tidak terhitung kalau saja memang ada niat untuk berusaha mencari uang yang benar-benar dari hasil kerja keras dan keringat sendiri. Bukan dari hasil rasa iba orang-orang. Ah! Mau iba gimana? Kadang sudah banyak peminta-minta ataupu pengamen yang masih berbadan tegap dan terkesan seperti preman… tukang maksa, tidak tau diri.
Padahal kalau memang orang-orang yang hobinya maksa itu punya “mata”, mungkin mereka bakalan bisa lihat bahwa ada, bahkan banyak orang yang lebih memiliki kekurangan ’secara fisik’ daripada mereka namun menghidupi diri sendiri beserta keluarganya tidak dengan meminta-minta.

- 0 Comments
- Category: Hal yang menyebalkan, LEBAY, Ngobrol, Sharing, prihatin








