Nemu gambar itu di glitter-graphics, jadi inget sama salah satu dari beberapa kejadian yang seringkali dialami kalau mau ataupun habis bepergian.

Salah satu kejadiannya itu begini…

Ato mungkin saya singkat aja ya.

Pulang dari Kota Bandung menuju our-home-sweet-home di Baleendah, chimod dan mama ketemu sama tukang ngamen. Biasalah, orang itu ngamennya di angkot dan kebetulan angkotnya itu adalah angkot yang chimod dan mama tumpangi.

Tidak lama setelah nyanyi-nyanyi ga jelas dan beberapa kalimat persuasi (agar orang-orang menyumbang) sebagai penutupnya, tukang ngamen itupun langsung mengasongkan topinya secara terbalik kepada para penumpang, termasuk chimod dan mama. Mungkin karena udara panas dan lampu merah tak kunjung berubah warnanya, tidak ada satupun penumpang yang menanggapi.

Si pengamen yang dari tadi kelihatan sudah rada capek langsung mengambil kembali topi yang diasongkannya dengan kasar. Lalu ia pun berkata, “Terima Kasih Sodara Sekalian, semoga Tuhan membalas semua perlakuan saudara sekalian. Dan Semoga Saudara Sekalian cepat mati.”

:!:

Pemuda berbadan tegap, tidak kekurangan satu apapun, suara masi lantang, mata sehat, tidak rabun dan baik-baik saja. Otot-otot kaki dan tangan pun keliatan kekar. Kelihatannya dipaksa lari marathon 8 km juga masi kuat. Tetapi kenapa mesti meminta-minta. Masih mending kalau lagunya enak dan suara nya bagus serta tidak pakai memaksa. Ini mah, sudah meminta, secara paksa pula, giliran ga dikasih, jadi mengutuk…. :x

Alasan mereka tidak jauh dari tidak adanya lapangan pekerjaan. Memang sih, cari kerja zaman sekarang ini sulit. Apalagi kalau tidak ada ijazah. Tetapi bukankah masih banyak sekali hal yang lebih berguna bisa dilakukan selain meminta ataupun mengamen. Misalnya jadi buruh sapu-sapu, buruh tani, buruh bangunan, buruh pasar, buruh cuci baju, buruh cuci piring, buruh pembantu, buruh jahit, buruh motongin kacang, kupasin bawang, kupasin kentang…. wah, pekerjaan itu sebenarnya tidak terhitung kalau saja memang ada niat untuk berusaha mencari uang yang benar-benar dari hasil kerja keras dan keringat sendiri. Bukan dari hasil rasa iba orang-orang. Ah! Mau iba gimana? Kadang sudah banyak peminta-minta ataupu pengamen yang masih berbadan tegap dan terkesan seperti preman… tukang maksa, tidak tau diri.

Padahal kalau memang orang-orang yang hobinya maksa itu punya “mata”, mungkin mereka bakalan bisa lihat bahwa ada, bahkan banyak orang yang lebih memiliki kekurangan ’secara fisik’ daripada mereka namun menghidupi diri sendiri beserta keluarganya tidak dengan meminta-minta.

Calo oh Calo

Calo yang chimod maksud disini adalah calo yang memiliki konteks kata negatif. Calo yang sering terlibat dalam banyak hal dan banyak pekerjaan. Intinya dia cari duit, namun terkadang (atau malah seringkali) dalam bekerja tidak disertai dengan tanggung jawab yang cukup. Calo itu rata-rata tidak profesional. Jelas saja tidak, karena memang dia tidak terikat oleh apapun dan memang tidak ada standard kerjanya.:!:

Kemarin-kemarin, chimod lupa tepatnya tanggal berapa, mungkin sekitar hari Kamis atau Jumat. Tunangannya chimod (ciee.. tunangan, anggap aja lah begitu:oops:) mau pasang layanan spidi buat di rumah orang tuanya. Berangkatlah ia naik motor berdua bersama babehnya yang kebetulan sedang libur kerja. Tidak lama, malah mungkin hanya sesaat sesudah parkir mobil di depan kantor cabang layanan spidi terdekat, ada satpam menghampiri dan satpam itu nanya :

“Mas, ada urusan apa ya kesini?”

“Mau tanya-tanya sama cari informasi untuk pasang spidi baru Pak.”

“Oh, gitu ya…. Hmmm.. Mas, saya sebenarnya tidak bermaksud untuk menghalang-halangi, tetapi seperti yang Mas sama bapak liat sendiri, antrian disini panjang sekali. Kalo mas antri mungkin jam empat sore baru bisa dapet giliran.”

(saat itu baru jam 10 pagi, dan memang katanya banyak orang yang nunggu diluar, tapi entah nunggu apa, tunangan chimod ma babehnya juga ga tau pasti)

Trus satpam itu bilang lagi :

“Nah, sekarang mah gini aja, daripada bapak sama mas nunggu disini, kesel, lebih baik saya kenalin aja ma teknisinya langsung. Soalnya nanti juga ujung-ujungnya diketemuin sama teknisi ko.”

Si satpam yang daritadi ngomong terus-terusan ga karuan sampai-sampai ga ngasih kesempatan babeh ma tunangan untuk menginjakan kaki di kantor itu, langsung menggaet seseorang dari sekitaran kantor. Dan melalui perbincangan singkat yang hanya diketahui oleh mereka berdua, satpam dan orang yang katannya teknisi itu pun segera menghampiri babeh & tunangan.

Si teknisi langsung ngomong :

“Ada fotokopi KTP atau SIM pak? Kalo gada kasi saya alamat rumah bapak aja. Nanti sekitar jam 4 sore saya kesana buat survei dan bicarain harga.”

Tunangan chimod ma babehnya hanya bisa terbengong-bengong sambil iya-iya-han saja. Tidak sempat menjejakan kaki di kantor sedikitpun, mereka pun pulang dengan terheran-heran karena pergi ke kantor itu, tidak membuahkan hasil apa-apa. Hanya dapat nomor hape orang yang ngakunya teknisi dan daritadi nyerocos ga karuan.

Saat di rumah, jam baru juga menunjukan angka 3, orang yang ngaku teknisi itu sudah datang. Dengan banyak basa-basi serta penjelasan panjang lebar tentang seputar jaringan, dia menyebutkan bahwa pasang baru spidi itu adalah 700ribu rupiah. Sudah sampai sini, ibu tunangan chimod sudah males dengarnya.

Kemudian esok harinya sang mama langsung turun tangan dan datang ke kantor cabang lagi. Dan saat itu si satpam menghampiri sang mama, namun tidak digubris oleh sang mama karena beliau bukan  orang yang lemah argumen seperti ayah dan anak kemarin pagi …:grin: Ketika ditanya, sang mama hanya bilang mau bayar spidi. Jadi si satpam tidak menghalang-halangi lagi (walopun maksudnya bukan menghalang-halangi:razz:) dan mempersilahkan sang mama untuk kedalam.

Pelayanan yang ramah pun didapat sang mama ketika menginjakan kaki ke dalam kantor lalu duduk di kursi tunggu. Dan ketika pulang, sang mama bilang bahwa biaya pasang spidi sampai selesai bersama telpon dan modemnya semua hanya 225ribu saja…..;-)
Tanpa perantara, prosesnya pun cepat, asalkan masi ada tempat dan kapasitas jaringan untuk dihubungkan. Kalau tidak terhalangi hari Sabtu dan Minggu, mungkin pemasangan sudah beres hanya dalam 3 hari saja.

Mengapa masih saja ada calo?  Padahal bukan untuk membuat/memperpanjang  SIM. Kalau alasan untuk menghindari keribetan, pasang telepon dan internet tidak seribet mengajukan pembuatan SIM yang dimana prosesnya (yang chimod tau, karena ayah chimod lagi bikin dari bulan Januari, sampai sekarang belum dapat-dapat karena ga lulus tes terus)  rumit, berbelit-belit dan menguras energi.

OOT dulu….

Prosedur pembuatan SIM baru yang ditunjukan ayah chimod memang terlalu ruwet. Seperti pakai ujian teori, lalu kalau nggak lulus ngulang lagi dua minggu dan biasanya baru lulus setelah tiga kali mengulang. Hal ini benar-benar sangat membuang waktu. :cry:

Kemudian setelah teori baru ujian praktik, nanti kalau nggak lulus ngulang lagi. Pokoknya rumit deh. Makanya kebanyakan orang kalau bikin SIM itu pakai calo.
Jadi chimod berpikir sebenarnya banyak calo SIM itu gara-gara dampak dari masih belum maksimalnya kemudahan, transparansi dan akuntabilitas layanan publik.

Mungkin pelayanan pembuatan dan perpanjangan SIM lebih baik lagi kalau dibuka di luar jam kerja dan pada hari libur. Jadi orang yang bekerja tidak perlu kesulitan minta izin sehingga bisa mengurus sendiri tanpa mesti ada calo.;-) Cuman pengandaian asal-asalan dari seorang yang awam saja sih:lol:

Naah sekarang pertanyaannya adalah bagaimana untuk layanan pemasangan spidi dan telepon yang memang menurut pengalaman dari orang terdekat chimod itu prosesnya tidak berbelit-belit ?

Ternyata calo mah masiiiihhh aja ada … ckckckc…

:mrgreen:

Baleendah Banjir (Lagi)

Kasian yang rumahnya kebanjiran dan hari ini musti ujian. Selamat berjuang adik-adiku. Smoga kalian semua bisa lulus dengan baik.

Tidak akan pernah ada kecocokan antara kami, mungkin sebenarnya antara perempuan dan laki-laki di dunia ini. Hanya saja karena adanya rasa cinta dan kasih sayang serta ketertarikan antar lawan jenis menimbulkan kebutuhan akan seseorang yang berbeda dengan dirinya di kehidupan ini. Dan akhirnya membuat manusia saling berpasangan (Tentu saja dengan mengesampingkan alasan lain seperti alasan kebutuhan biologis, kesadaran untuk melestarikan keturunan manusia di bumi dan sebagainya). Intinya, saling mengisi kekosongan yang ada pada diri masing-masing.

:cool:

Tetapi bukan itu yang ingin saya bahas untuk hari ini…..

Tadi pagi, saya sempat merajuk minta dimengerti oleh semua orang yang ada disekitar. Bahkan chimod sempet marah-marah sama si kuro gara-gara hal yang sebenernya sama sekali ga nyambung. Aduuh hampura neng nyak kang..:cry:

Tapi saat chimod mau ambil duit ke ATM dari rumah ke daerah dayeuhkolot, ternyata disana banjir. Chimod merasa malu karena sudah merajuk untuk sebuah keadaan yang bahkan sama sekali tidak terlalu menyedihkan dan cukup untuk dinikmati begitu saja tanpa harus merasa kekurangan suatu apapun serta bersyukur karena telah diberikan tempat yang layak untuk ditinggali dengan nyaman selama ini.

pom banjir by you.

Photo 2442 by you.

Photo 2439 by you.

Photo 2438 by you.

  • Tags



  • My Flickr

    View1 taman AK000233 Love Listen
  • Recent Comments

  • Copyright © only chimod
    Software used WordPress, Theme: xPinkFeverTLx